PERENCANAAN STRATEGIK SEKOLAH

Kegiatan perencanaan disekolah tidak dapat dihindari. Setiap sekolah mesti melakukan kegiatan perencanaan untuk menyelenggarakan program sekolah dan jika sekolah itu ingin mencapai yang terbaik, maka sekolah itu harus menggunakan rencana strategik. Kegiatan perencanaan biasanya dilakukan oleh kepala sekolah bersama orang-orang yang dipercaya oleh kepala sekolah, atau orang yang bersedia bekerja sama dengan kepala sekolah. Secara konsep atau teoritik perencanaan disusun oleh kepala sekolah bersama wakil kepala sekolah dibantu oleh personal sekolah lainnya termasuk guru.

Kegiatan perencanaan selalu dianggap merupakan kegiatan rutin tahunan dan dapat dikerjakan dengan cara-cara yang sederhana, karena secara umum program penyelenggaraan pendidikan di sekolah dan manajemen pendidikan di pemerintahan daerah kabupaten atau kota, beranggapan bahwa penyusunan perencanaan adalah pekerjaan yang sederhana dan tidak membutuhkan tenaga ahli perencanaan secara khusus, karena tidak efisien atau dianggap sebagai pemborosan. Namun jika diamati apakah misi sekolah sesuai dengan visi, apakah program sekolah yang dilaksanakan sesuai dengan visi dan misi, apakah tujuan tertuang dalam perencanaan, apakah target dapat tercapai, apakah strategi yang direncanakan dapat dijalankan dan dikendalikan, maka hal ini termasuk pola berfikir strategis yang akan membawa dampak pada jangka panjang dan bagi perencanaan sekolah harus memiliki kemampuan yang khusus yang berkaitan dengan analisis kebijakan dalam rangka memenangkan persaingan.

Perencanaan Pendidikan merupakan suatu proses mempersiapkan seperangkat keputusan untuk kegiatan-kegiatan di masa depan yang diarahkan untuk mencapai tujuan dengan cara yang optimal dalam pembangunan ekonomi dan sosial secara menyeluruh dari suatu negara. Terdapat empat hal yang menyangkut perencanaan pendidikan yaitu :

  • Tujuan yang akan dicapai dalam perencanaan
  • Keadaan yang terjadi sekarang
  • Alternatif pilihan kebijakan dan prioritas dalam mencapai tujuan, dan
  • Strategi penentuan cara yang terbaik untuk mencapai tujuan

Perencanaan timbul akibat kompleksitas tinggi yang terjadi pada masyarakat karena teknologi modern. Permasalahan penduduk, kebutuhan sumber daya manusia, ekologi, menurunnya sumber daya alam dan aplikasi pengembangan ilmu yang serampangan-semua itu menuntut institusi pendidikan untuk mencari solusinya. Apabila organisasi pendidikan dapat memecahkan masalah ini maka, perencanaan menjadi sesuatu yang perlu dan kemampuan merencanakan menjadi suatu keharusan.

Hakikat perencanaan pendidikan dalam mencapai efisiensi proses pemecahan masalah memerlukan sedikitnya tiga tujuan, yaitu : untuk mengetahui kebenaran atas fakta-fakta yang diperoleh dari berbagai pihak, untuk menentukan langkah pelaksanaan yang berorientasi ke masa depan, dan untuk menyakinkan secara rasional pihak-pihak tertentu yang berkepentingan terhadap pendidikan. Para perencana paling sedikit harus memiliki empat dimensi. Pertama, jenis tugas secara teknis atau administratif. Kedua, mengadakan komunikasi dengan klien yang dilayaninya. Ketiga, mengenal misi, tugas, dan fungsi organisasi yang dilayaninya. Keempat, orientasi masalah meliputi aktivitas-aktivitas yang diarahkan terhadap proses sosial dan aktivitas yang diarahkan pada lingkungan fisik.

Karakteristik perencanaan :

  1. Perencanaan pendidikan awalnya merupakan suatu proses rasional. Hal ini ditandai dengan pengembangan aktivitas belajar masyarakat yang terorganisir. Perencanaan pendidikan berhubungan dengan tujuan sosial alat dan sasaran, proses dan pengawasan.
  2. Perencanaan pendidikan merupakan konsep dinamis yang membawa kerangka teoritis “cybernetics” (ilmu komunikasi dan pengawasan), yang menjelaskan bahwa suatu perencanaan bukan merupakan konstruksi yang kaku (rigid).

Perencanaan harus fleksibel, tidak boleh statis atau menumpuk, secara berlebihan pada lingkungan tersebut, perencanaan harus selaras dengan dinamika pergerakan lingkungan. Pertanyaanya adalah utilitas yang didefinisikan sebagai “pilihan pribadi”. Memang hgampir tidak mungkin perencanaan lingkungan yang seluruhnya berguna untuk setiap orang. Namun ada fleksibilitas mengenai manusia yang memungkinkan mereka untuk mennyeseuaikan lingkungannya dengan struktur psikologis, ketimbang hanya pasif menyesuikan diri dengan lingkungan. Singkatnya proses desain adalah empat aktivitas penting : 1) Definisi; 2) Analisis; 3) Sintesis; dan 4) Modifikasi.

Aktivitas ini muncul secara berurutan, yaitu, pertama definisi masalah, kedua analisis variabel yang relevan, ketiga sintesis variabel yang relevan dimasukan kedalam desain tentatif. Keempat, modifikasi sampai bentuk final yang disepakati. Metode-metode modern memang mengilhami para perencana pendidikan sebagai dasar untuk melakukan proses perencanaan pendidikan, akan tetapi dengan menurunnya kemampuan manusia dapat menghambat proses perencanaan itu sendiri. Analisis yang dilakukan dalam prosedur perencanaan desain pendidikan harus nerdasarkan pada:

  • Prosedur Perencanaan Pendidikan
    • Perkembangan sketsa rencana
      • Berorientasi jangka pendek (per bulan)
      • Beranjak dari survey yang pernah dilakukan
      • Menggunakan data terbaru
      • Melibatkan kolaborasi demokratis (pemerintah dan swasta)
  • Metode Perencanaan Pendidikan
    • Penguatan tujuan (mengetahui apa yang diinginkan oleh orang-orang)
      • Mengenali beberapa kemungkinan yang timbul dengan memperhatikan aspek sosial, manusia, psikologi, ekonomi, dan budaya)
      • Memperhitungkan cara terbaik dalam menyelesaikan masalah publik
    • Determinasi akan kebutuhan pendidikan (apa yang mendukung terwujudnya tujuan tersebut)
      • Kondisi dan fasilitas pendidikan saat ini
      • Kelangkaan fasilitas gedung dan program pelayanan
    • Program-program yang berhubungan dengan kebutuhan pendidikan
      • Jadwal (aturan dan program apa yang harus diikuti)
      • Perubahan fisik (gedung baru atau renovasi)
      • Sumber daya legislatif, administratif, dan finansial
      • Organisasi dan opini publik
  • Rencana-Rencana Pendidikan
    • Pernyataan masyarakat yang berhubungan dengan:
      • Ukuran (besar atau kecilnya populasi)
      • Dasar ekonomi
      • Kehidupan masyarakat
      • Pengaturan letak gedung
    • Data, diagram, dan peta yang meliputi:
      • Estimasi populasi
      • Program pertumbuhan ekonomi, melalui langkah-langkah pencapaian pekerja maksimum yang dikaitkan dengan beberapa masalah seperti demobilisasi, stabilitas pekerja, standar hidup dan keamanan, dan sebagainya.
      • Program pelayanan masyarakat yang berkaitan dengan perumahan, pendidikan, rekreasi, kesehatan, kesejahteraan, dan sebagainya.
      • Program pembangunan sarana fisik (bangunan) yang meliputi tanah, transportasi, kepadatan penduduk, area bisnis, dan sebagainya.
      • Program perencanaan yang sukses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s