KREATIVITAS DAN INOVASI GURU DALAM PEMBELAJARAN

Beberapa Konsep Dasar

A. Pengertian Inovasi

Inovasi adalah an idea, practice or object that perceived as new by an individual or other unit of adoption. Menurut Prof. Azis Inovasi berarti mengintrodusir suatu gagasan maupun teknologi baru, inovasi merupakan genus dari change yang berarti perubahan. Inovasi dapat berupa  ide, proses dan produk dalam berbagai bidang.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997 : 381) Inovasi diartikan sebagai penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya, misalnya gagasan, metode atau alat.

Menurut Peter Drucker (1997 : 84), innovation as “change that creates a new dimention of performance”. Inovasi sebagai suatu perubahan yang menimbulkan dimensi baru dalam penampilannya.

Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut di atas, inovasi merupakan sebuah temuan baru baik dalam bentuk ide, barang atau jasa yang berbeda dari sebelumnya dalam lingkun gan tertentu, dalam arti kreasi, dimensi dan penampilannya. Kemudian temuan baru itu diproses, dikenalkan secara sistematis dengan maksud agar dimilii oleh individu lain supaya terjadi perubahan, sehingga perubahan hasil inovasi tersebut menjadi kepuasan pada pihak yang menggunakannya

B. Pengertian Kreativitas

Beberapa pengertian kreativitas  :

Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang tidak dibuat oleh orang lain, sesuatu yang baru dan memiliki daya guna

Kreativitas adalah membuat sesuatu yang abstrak menjadi nyata, sesuatu yang potensial menjadi aktual

Kreativitas adalah kombinasi dari tiga hal, yaitu :

  • Penalaran (thinking)
  • Kecakapan (skills)
  • Motivasi

Kreativitas adalah orisinalitas, artinya bahwa produk, proses, atau orangnya, mampu menciptakan sesuatu yang belum diciptakan oleh orang lain. Kreativitas juga dapat dispesifikkan dalam dunia pendidikan, yang dinamakan oleh Torrance dan Goff (1990) sebagai kreativitas akademik (academic creativity), Kreativitas akademik ini menjelaskan cara berpikir guru atau siswa dalam belajar dan memproduksi informasi. Berpikir dan belajar kreatif memuat kemampuan untuk mengevaluasi (kemampuan untuk menangkap akar masalah, ketidakkonsistenan dan elemen yang hilang), berpikir divergen (fleksibilitas, originalitas dan elaborasi) dan redefinisi. Belajar secara kreatif adalah hal yang alami karena berkaitan sifat manusia yang selalu ingin tahu. Psikologi belajar telah menunjukkan bahwa individu yang menghadapi hal baru akan mengalami ketidakseimbangan dalam dirinya. Dengan demikian peluang untuk mengatasi ketidakseimbangan tersebut secara kreatif terbuka bagi semua orang.

Kreativitas tidak selalu dimiliki oleh guru berkemampuan akademik dan kecerdasan yang tinggi. Hal ini dikarenakan kreativitas tidak hanya membutuhkan keterampilan dan kemampuan, kreativitas juga membutuhkan kemauan atau motivasi. Keterampilan, bakat, dan kemampuan tidak langsung mengarahkan seseorang guru melakukan proses kreatif tanpa adanya faktor dorongan atau motivasi. Apakah perbedaan antara kreativitas dan inovasi? Inovasi dapat diartikan sebagai proses penyempurnaan produk atau proses yang sudah ada. Negara Jepang adalah negara yang inovatif karena terus menerus menciptakan beragam produk otomotif, elektronik atau industri yang menguasai pasar dunia. Negara Inggris dan Jerman adalah negara yang kreatif karena banyak ilmuwan mereka banyak memenangkan hadiah Nobel. Kreativitas adalah jantung dari inovasi. Tanpa kreativitas tidak akan ada inovasi. Semakin tinggi kreativitas, jalan ke arah inovasi semakin lebar pula.

C. Konsep dan Makna Pembelajaran

Istilah pembelajaran digunakan untuk menunjukkan kegiatan guru dan siswa. Menurut Gagne, Briggs dan Wager (1992) yang diungkap Paulina Panen (1999,1.5) , ”pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa”.

Konsep Pembelajaran menurut Corey, yang diungkap Syaiful Sagala (2003 : 61) adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau mengahasilkan respons terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan subset dari pendidikan.

Kegiatan pembelajaran adalah merupakan perpaduan antara aktivitas belajar dengan aktivitas mengajar. Menurut Teori Gestalt, yang diungkap E. Kusmana Pachrudin (1985 : 3 ) menyatakan : “ Belajar adalah proses interkasi antara berbagai potensi yang ada dalam diri siswa dengan aneka potensi yang datang dari guru, siswa lainnya,  fakta-fakta yang dihadapinya, konsep-konsep yang diketahuinya serta lingkungan yang melandasi proses belajarnya”.

Berdasarkan pengertian belajar tersebut maka kegiatan mengajar harus diberi makna sebagai aktivitas yang dilakukan guru dalam menyiapkan berbagai konsep, fakta, masalah dan lingkungan belajar yang akan sanggup memberi kemudahan kepada potensi yang ada pada diri siswa sebagai subyek ajar dalam mencapai tujuan belajarnya.

Kegiatan pembelajaran tidak hanya berlangsung dalam konteks tatap muka antara guru dan siswa di dalam kelas, interaksi siswa tidak dibatasi oleh kehadiran guru secara phisik. Siswa dapat belajar melalui bahan ajar cetak, modul, buku, LKS, program radio, program televisi atau media lainya. Tentu saja guru tetap memainkan peranan penting dalam merancang setiap kegiatan pembelajaran.

Dari pengertian diatas, kita dapat mengetahui bahwa ciri utama pembelajaran adalah meningkatkan dan mendukung proses belajar siswa, sedangkan ciri lainnya adalah adanya interaksi. Interaksi tersebut terjadi antara siswa yang belajar dengan lingkungan belajarnya, baik dengan guru, siswa lainnya, tutor, media atau sumber belajar lainnya. Ciri lainnya adanya saling keterkaitan antara komponen-komponen seperti tujuan, materi, kegiatan dan evaluasi pembelajaran. Tujuan pembelajaran mengacu pada kemampuan/kompetensi yang diharapkan dimiliki siswa setelah mengikuti suatu pembelajaran tertentu. Materi pembelajaran adalah segala sesuatu yang dianggap esensi yang harus dibahas dalam pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan pembelajaran mengacu pada penggunaan metode, model dan media dalam rangka membahas materi sehingga siswa menguasai kompetensi yang dipersyaratkan. Evaluasi adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk menilai keberhasilan pembelajaran. Baik materi,  kegiatan maupun evaluasi dikembangkan berdasarkan tujuan pembelajaran.

Sedangkan Syaiful Sagala (2003 : 63 ) mengatakan “Pembelajaran mempunyai dua karakteristik  yaitu Pertama , dalam proses pembelajaran melibatkan mental siswa secara maksimal, bukan hanya menuntut siswa sekedar mendengar, mencatat akan tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berpikir. Kedua, dalam pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa, yang pada gilirannya kemampuan berpikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh npengetahuan yang mereka kontruksi sendiri.

D. Prinsip Prinsip Pembelajaran

Belajar merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun makna atau pemahaman. Oleh karena itu, guru perlu memberikan motivasi kepada siswa , untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi, bakat dan kemampuan yang dimilikinya dalam membangun ide , gagasan. Peranan guru bukan semata-mata memberikan informasi, melainkan juga mengarahkan dan memberikan kemudahan belajar, agar proses belajar lebih memadai. Guru bertanggung jawab untuk menciptakan situasi yang mendorong terjadinya prakarsa, motivasi belajar pada peserta didik.

Oleh karena itu dalam merancang kegiatan pembelajaran, guru harus memperhatikan beberapa prinsip-prinsip pembelajaran berikut ini :

1) Berpusat pada siswa, Kegiatan belajar yang memusatkan perhatian pada siswa diindikasikan oleh tingginya perhatian terhadap keragaman yang dimiliki siswa, baik keragaman kemampuan, bakat, minat, sikap maupun latar belakang ekonomi, sosial dan keluarga.

2)    Melibatkan siswa secara aktif,  Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga ia mau belajar. Oleh karena itu kegiatan belajar harus dirancang yang memungkinkan siswa untuk belajar secara aktif, aktif mendengar, aktif melihat, aktif bertanya, aktif menemukan informasi, aktif melakukan dan aktivitas lainnya yang memungkinkan terjadi perubahan pada diri siswa.

Mel Silberman (1990;2) menyatakan :

“Apa yang saya dengar, saya lupa.

Apa yang saya dengar dan lihat, saya ingat sedikit.

Apa yang saya dengan, lihat dan tanyakan atau diskusikan dengan

beberapa teman lain, saya mulai paham.

Apa yang saya dengan, lihat dan tanyakan atau diskusikan dan lakukan ,

saya memperoleh pengetahuan dan keterampilan.

Apa yang saya ajarkan pada orang lain, saya kuasai.

3) Belajar dengan melakukan (learning by doing), Siswa tidak hanya dicekoki dengan sejumlah informasi, tetapi harus lebih banyak diberi kesempatan, tantangan untuk menerapkan, mempraktekan konsep atai teori yang diperolehnya dalam kehidupan sehari-hari.

4) Mengembangkan kemampuan sosial, Pemahaman siswa dalam penguasaan kompetensi akan lebih meningkat , apabila diberi kesempatan dan peluang untuk mengemukakan berbagai gagasannya terhadap siswa lain atau guru dengan cara berdiskusi, saling bertanya, saling menjelaskan.

5) Mengembangkan keingintahuan dan imajinasi, Rasa ingin tahu dan imajinasi merupakan modal dasar untuk bersikap peka, kritis, mandiri dan kreatif, oleh karena itu perlu dikembangkan dalam pembelajaran.

6) Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, Kegiatan belajar mengajar perlu dirancang agar mampu mendorong dan melatih siswa untuk mampu mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang dihadapinya.

7) Mengembangkan kreativitas siswa, Kegiatan pembelajaran perlu dirancang agar memberikan kesempatan dan kebebasan kepada siswa untuk berkreasi secara berkesinambungan

8) Mengembangkan kemampuan menggunakan ilmu dan teknologi, Kegiatan pembelajaran perlu dirancang agar siswa mampu mamnfaatkan ilmu dan teknologi yang terus berkembang secara dianamis.

9) Menumbuhkan kesadran siswa sebagai warga negara yang baik, Kegiatan pembelajaran perlu memberikan wawasan nilai moral dan sosial yang dapat membekali siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab, baik terhadap lingkungan sosialnya maupun lingkungan alamnya.

10) Belajar Sepanjang Hayat, Kegiatan pembelajaran harus mampu membekali siswa dengan keterampilan yang meliputi rasa percaya diri, keingintahuan, kemampuan memahami orang lain, kemampuan berkomunikasi, kemampuan bekerjasama, sehingga mendorong siswa untuk terus belajar , baik formal maupun nonformal, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

E.  Dasar Peningkatan Kreativitas dan Kemampuan Inovasi pada Guru

1. Pembelajaran

  • Pembelajaran merupakan kegiatan pemaknaan dunia nyata secara menyeluruh dengan cara menginterpretasikan kembali pengetahuan yang telah diperolehnya
  • Pembelajaran sejati adalah lebih berdasar pada penjelajahan yang terbimbing dengan pendampingan daripada sekedar transmisi pengetahuan
  • Belajar pada kehidupan secara nyata dan kontekstual yang memberikan kesempatan siswa untuk memecahkan masalah yang ada dengan caranya sendiri

2. Prinsip Belajar Aktif

a)    Authentic/raw data

b)    Siswa memiliki otonomi

c)    Relevan-bermakna-menarik

d) Membutuhkan prior knowledge

e)    Aktifitas yang menantang

f) Guru sebagai fasilitator dan co-learner

g)    Social interaction and dialogue

h)    Problem & evidence based learning

i)      Bermacam perspektif

j)      Kolaborasi-negosiasi

F.  Pengertian Media Pembelajaran

Beberapa pengertian media pembelajaran, yaitu  :

  1. Teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran (Schramm, !982}
  2. Sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti buku, film, media, video, slide, dan sebagainya.
  3. Sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang dengar, termasuk teknologi perangkat lunak.

Kreativitas dan Inovasi guru dalam Pembelajaran

A. Manfaat Produk Kreativitas dan Inovasi Guru dalam Pendidikan

Dalam proses belajar dan mengajar, kreativitas dalam pembelajaran merupakan bagian dari suatu sistem yang tak terpisahkan dengan peserta didik dan pendidik. Peranan kreativitas guru tidak sekedar membantu proses belajar mengajar dengan mencakup satu aspek dalam diri manusia saja, akan tetapi mencakup apek-aspek lainnya yaitu kognitif, psikomotorik dan afektif. Secara umum kreativitas guru memiliki fungsi utama yaitu membantu menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan efisien. Namun fungsi tersebut dapat dispesifikkan menjadi beberapa macam antara lain :

1. Kreativitas guru berguna bagi peningkatan minat siswa terhadap mata pelajaran.

Produk kreativitas guru diharapkan akan memberikan situasi yang nyata pada proses pembelajaran. Selama ini siswa dituntut untuk memiliki kemampuan verbalisme yang tinggi pada hal-hal yang abstrak. Verbalisme adalah hal sangat sulit sekali dan membosankan bagi siswa jika terus menerus dipacu di sekolah. Penerapan produk kreativitas guru misalnya berupa instrumen yang mampu mengajak siswa belajar ke dunia nyata melalui visualisasi akan mampu menurunkan rasa bosan siswa dan meningkatkan minatnya pada mata pelajaran.

2.Kreativitas guru berguna dalam transfer informasi lebih utuh.

Hasil inovasi berupa instrumen bantu pendidikan akan memberikan data atau informasi yang utuh, hal ini terlihat pada aktifnya indera siswa, baik indera penglihatan, pendengaran dan penciuman, sehingga siswa seakan-akan menemui situasi yang seperti aslinya. Produk kreativitas guru akan melengkapi gambaran abstrak yang sebelumnya dipahami siswa dan membetulkan pemahaman yang salah mengenai informasi yang didapatkan dari teks. Pada kasus penerapan produk kreativitas guru pada laboratorium, dengan memanipulasi objek dan situasi penelitian sedemikian rupa, maka objek dan situsi tersebut seakan-akan sesuai dengan fenomena-fenomena yang dipelajari oleh siswa.

3. Kreativitas guru berguna dalam merangsang siswa untuk lebih berpikir secara ilmiah dalam mengamati gejala masyarakat atau gejala alam yang menjadi objek kajian dalam belajar.

Produk kreativitas guru sangat penting dalam pengembangan kerangka berpikir ilmiah berupa langkah rasional, sistematik, dan konsisten. Hasil-hasil kreativitas guru akan merangsang siswa untuk membantu siswa dalam mengidentifikasi masalah, observasi data, pengolahan data serta perumusan hipotesis. Kegiatan tersebut tidak  hanya memperkuat ingatan terhadap informasi yang diserap, tetapi juga berfungsi sebagai pembentukan unsur kognitif yang menyangkut jenjang pemahaman.

4. Produk kreativitas guru akan merangsang kreativitas siswa.

Kreativitas guru dapat digunakan secara mandiri oleh siswa, dimana siswa dapat mengembangkan kreativitasnya serta imajinasi dan daya nalarnya dalam memahami materi yang diajarkan. Siswa akan memiliki kelancaran, keluwesan, orisinalitas dan keunikan dalam berpikir.

B. Wadah Kreativitas dan Inovasi Guru dalam Pembelajaran

Kreativitas dan inovasi guru dapat diarahkan pada dua komponen pembelajaran di kelas, yaitu produk kreativitas dan hasil inovasi yang mendukung manajemen kelas serta hasil kreativitas dan hasil inovasi dalam bentuk media pembelajaran.

1. Kreativitas dalam Manajemen Kelas

Manajemen kelas adalah aktifitas guru dalam mengelola dinamika kelas, mengorganisasikan sumber daya yang ada serta menyusun perencanaan aktifitas yang dilakukan di kelas untuk diarahkan dalam proses pembelajaran yang baik. Dalam hal manajemen kelas, kreativitas guru dalam manajemen kelas diarahkan untuk:

  • Membantu siswa di kelas dapat belajar secara kolaboratif dan kooperatif
  • Menciptakan lingkungan akademik yang kondusif dalam proses belajar

2. Kreativitas Guru dalam Penggunaan Media Pembelajaran

Media belajar adalah alat atau benda yang dapat mendukung proses pembelajaran di kelas. Fungsi Media Belajar (1) membantu siswa dalam memahami konsep abstrak yang diajarkan, (2) meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, (3) Mengurangi terjadinya mis understanding, (4) Memotivasi guru untuk mengembangkan pengetahuan. Dalam hal media belajar, kreativitas guru dalam media  belajar diarahkan untuk:

  1. Mereduksi hal-hal yang terlalu abstrak dalam materi belajar
  2. Membantu siswa mengintegrasikan materi belajar ke dalam situasi yang nyata

C. Peranan Guru Dalam meningkatkan Kreativitas Siswa

Setiap orang memiliki potensi untuk melakukan aktifitas yang kreatif. Setiap siswa baru yang memasuki proses belajar, dalam benak mereka selalu diiringi dengan rasa ingin tahu. Guru pada tahap ini diharapkan untuk merangsang siswa untuk melakukan apa yang dinamakan dengan learning skills acquired,  misalnya dengan jalan memberi kesempatan siswa untuk bertanya (questioning), menyelidik (inquiry), mencari (searching), menerapkan (manipulating) dan menguji coba (experimenting). Kebanyakan yang terjadi di lapangan adalah aktifitas ini jarang ditemui karena siswa hanya mendapatkan informasi yang bagi mereka adalah hal yang abstrak. Rasa ingin tahu siswa harus dijaga dengan cara memberikan kesempatan bagi mereka untuk melihat dari dekat, memegangnya serta mengalaminya.

Guru diharapkan mampu memberikan kesempatan bagi siswa untuk mendemontsrasikan perilaku yang kreatif. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kreativitas siswa antara lain :

  1. Guru menghargai hasil-hasil pikiran kreatif siswa
  2. Guru respek terhadap pertanyaan, ide dan solusi siswa yang tidak biasa (unusual)
  3. Guru menunjukkan bahwa gagasan siswa adalah memiliki nilai yang ditunjukkan dengan cara mendengarkan dan mempertimbangkan. Padatataran ini, guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan kepada orang lain.

D. Pemanfaatan Komputer sebagai Wahana Pendukung Kreativitas

Komputer dewasa ini telah dilengkapi dengan kemampuan yang tak tertandingi oleh peralatan lain, baik dari segi kecepatan maupun keluwesan penggunaannya. Dalam kaitannyan dengan peningkatan mutu pendidikan, tidak salah jika komputer menjadi pilihan tepat sebagai media pembelajaran. Salah satu mata pelajaran yang dapat dibantu dengan berbagai fasilitas di dalam komputer adalah matematika dan IPA (Fisika, Kimia dan Biologi) atau yang lebih akrab disebut dengan MIPA. Mata pelajaran matematikan dan IPA adalah mata pelajaran yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi sehingga selama ini ditakuti siswa sekolah, padahal mata pelajaran matematika dan IPA adalah ilmu dasar yang mutlak harus dikuasai sebagai langkah awal dalam meletakkan landasan penguasaan teknologi. Konsep MIPA tidak mungkin dapat dikuasai hanya dengan membaca buku ataupun menghafal rumus-rumus saja.

Disamping cara ini sangat memerlukan waktu dan tenaga yang banyak, cara-cara seperti ini dapat menyebabkan berbagai macam miskonsepsi. Oleh karena itu untuk mengatasi persoalan tersebut, siswa harus dibawa sedekat mungkin dengan peristiwa alam, misalnya dengan metode eksperimental atau metode demonstrasi. Dalam hal ini, komputer menjadi media yang cocok untuk menunjang cara pengajaran seperti itu. Hal ini dikarenakan komputer memiliki beberapa karakteristik, antara lain :

  1. Komputer dapat digunakan dimana saja dan kapan saja
  2. Dapat dipakai dalam proses belajar mengajar baik secara klasikal maupun individual
  3. Mudah dan murah pembuatannya
  4. Komputer dapat memvisualisasikan fenomena alam seperti proses aslinya
  5. Komputer mampu melakukan simulasi, perhitungan data untuk digunakan kapan saja

Secara spesifik, penggunaan komputer sebagai media bantu pendukung pembelajaran yang kreatif, memiliki beberapa tujuan antara lain :

  1. Pelajar lebih mudah memahami konsep-konsep yang diajarkan. Kemampuan siswa dalam hal aplikasi, analisis dan sintesis dapat terus dibina.
  2. Pelajar lebih berminat dan giat mempelajari mata pelajaran
  3. Mengurangi terjadinya salah konsep dan verbalisasi, misalnya menghafal
  4. Memotivasi guru untuk mengembangkan pengetahuan dan profesinya

Namun, meskipun banyak keuntungan yang bisa diperoleh, upaya komputerisasi media pendidikan benyak menemui hambatan. Hal ini disebabkan oleh sedikitnya guru yang mau dan mampu menyusun sebuah aplikasi presentasi atau program pembelajaran. Selain itu sedikitnya pengetahuan guru tentang pemrograman dan kurang tersedianya perangkat lunak pembelajaran juga menjadi kendala yang perlu segera diatasi. Pada dasarnya, banyak guru yang telah mampu mengoperasionalkan komputer. Namun patut disayangkan penggunaan komputer masih sebatas sebagai sarana bantu administratif dan bukan untuk keperluan belajar yang menjadi tugas utamanya.

DAFTAR  PUSTAKA

Suhardan, Dadang  ;(2010) Inovasi dan Kreativitas Pendidikan,  hand out perkuliahan

Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI  ;(2009) Manajemen Pendidikan, Alfa Beta, Bandung

Susilana, Rudi ; (2007), Media Pembelajaran, CV. Wacana Prima, Bandung

www. google.com

2 thoughts on “KREATIVITAS DAN INOVASI GURU DALAM PEMBELAJARAN

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s